KitaTangerang.id, TANGERANG – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten menggelar kegiatan Rehabilitasi Sosial bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Aula Kantor Kecamatan Mekar Baru, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memulihkan trauma, cedera, dan riwayat penyakit para purna PMI setelah kembali ke tanah air.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Kepala BP3MI Banten, Bajongga. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya rehabilitasi sosial bagi Purna PMI, khususnya bagi mereka yang mengalami cedera, trauma, dan memiliki riwayat penyakit sepulang bekerja dari luar negeri.
“Pemulihan fisik dan mental sangat penting agar para Purna PMI dapat kembali sehat, produktif, serta berdaya setelah bekerja di luar negeri,” ujar Bajongga.

Program ini diikuti oleh 20 peserta mantan PMI/TKI yang sebelumnya bekerja di Arab Saudi.
Lintas Instansi Hadir Berikan Dukungan
Acara turut dihadiri berbagai instansi di Kabupaten Tangerang, di antaranya:
- Dinas Sosial (Dinsos)
- Dinas Kesehatan (Dinkes)
- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)
- Disnaker Kabupaten Tangerang
- Puskesmas Mekar Baru
- Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPW Banten

Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Endang Ramdani, A.Ks., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan ulang Purna PMI yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
“Banyak PMI yang tidak terdata saat berada di luar negeri sehingga tidak mendapatkan bantuan seperti PKH. Dinsos akan memastikan Purna PMI yang memenuhi kriteria dapat terakomodasi dalam program bantuan keluarga tidak mampu,” ujarnya.
Program Pemulihan Keterampilan dan Ekonomi
Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Hj. Iis Kurniati, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi Purna PMI agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Kami akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Purna PMI melalui pelatihan kerja dan wirausaha agar mereka dapat mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha produktif,” jelasnya.
Pendampingan Psikologis dan Kesehatan
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Santi Satriawati, menyampaikan pentingnya bantuan psikologis bagi mantan PMI.
“Dukungan psikologis sangat dibutuhkan untuk membantu Purna PMI mengatasi stres, trauma, dan gangguan mental akibat pengalaman kerja di luar negeri,” katanya.
Kepala Puskesmas Mekar Baru, Dr. Riris Tarihoran, M.MKes, menambahkan bahwa rehabilitasi sosial ini diharapkan mampu membentuk kehidupan Purna PMI menjadi lebih seimbang, sehat, dan produktif.
Perbaikan Data Kependudukan Purna PMI
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Wisnu Wardhana, SE., M.Si., menjelaskan pentingnya pemulihan data Purna PMI setelah kembali ke Indonesia.
“Pendataan ulang penting untuk memastikan Purna PMI tercatat secara resmi sehingga memudahkan akses layanan pemerintah seperti kesehatan, bantuan sosial, dan pendidikan bagi keluarganya,” ujarnya.
FPMI Banten Apresiasi Ketangguhan PMI
Ketua Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPW Banten, Marnan Sarbini, mengapresiasi ketangguhan para pekerja migran, terutama yang bekerja di kawasan Timur Tengah.
“PMI, khususnya di Arab Saudi, menghadapi tantangan berat, jam kerja panjang, serta risiko perlakuan tidak baik dari majikan yang berdampak pada fisik maupun mental. Rehabilitasi ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah kepada Purna PMI,” ungkapnya.
Marnan juga memberikan motivasi kepada peserta yang telah menunjukkan ketabahan dan keberanian selama bekerja di luar negeri.
Reporter: Ramin Pers
Editor : Syamsudin












