BANDUNG – Video konser privat band Repvblik yang tampil dalam agenda Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang di Hotel Holiday Inn, Bandung, Jawa Barat, mendadak menghilang dari akun Instagram resmi band tersebut, @repvblik_ind. Video yang sebelumnya sempat dipublikasikan dan dapat diakses publik itu diduga telah dihapus tanpa keterangan resmi.
Berdasarkan pantauan wartawan, hingga Rabu (17/12/2025) pukul 17.19 WIB, unggahan video tersebut masih terlihat di akun @repvblik_ind. Dalam unggahan itu, pihak Repvblik menyertakan narasi bernuansa nostalgia.
“Bandung selalu punya cerita. Di acara private ini, Repvblik membawakan banyak hits yang tumbuh bersama kenangan. Setiap lagu terasa dekat, setiap nada punya cerita. Lagu Repvblik mana yang paling bikin kamu teringat masa lalu?” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Video tersebut menampilkan rangkaian kegiatan mulai dari persiapan sound check hingga kemeriahan konser. Sejumlah orang yang diduga merupakan pejabat Pemkab Tangerang tampak larut bernyanyi dan menikmati pertunjukan.
Pada salah satu momen, saat lagu “Hanya Ingin Kau Tahu” dibawakan, lampu ruangan dipadamkan dan para hadirin menyalakan senter ponsel sambil bernyanyi bersama. Suasana tersebut dinilai lebih menyerupai konser hiburan ketimbang agenda resmi rapat pemerintahan.
Namun, situasi berubah saat dilakukan pengecekan ulang pada Rabu (18/12/2025) sekitar pukul 22.05 WIB. Video tersebut sudah tidak lagi ditemukan di akun Instagram Repvblik. Unggahan itu raib tanpa penjelasan, sehingga memunculkan dugaan bahwa video sengaja dihapus.
Wartawan kemudian menghubungi nomor kontak yang tercantum di bio akun @repvblik_ind atas nama Denny Bhagonk. Saat dikonfirmasi terkait penghapusan video, Denny mengaku bukan pengelola media sosial band Repvblik.
“Itu bukan saya yang ngurus, Mas. Saya hanya kontak person saja. Kalau mau undang Repvblik, silakan hubungi saya,” ujarnya.
Meski demikian, Denny membenarkan bahwa dirinya dihubungi pihak Pemkab Tangerang untuk menghadirkan Repvblik dalam agenda rapat di Bandung. Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait proses negosiasi maupun kesepakatan honor band, ia enggan memberikan penjelasan dan meminta wartawan menghubunginya pada jam kerja.
“Kalau mau telepon siang di jam kerja. Ini waktunya orang tidur,” katanya singkat sebelum mengakhiri pembicaraan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Repvblik maupun Pemkab Tangerang terkait alasan penghapusan video konser tersebut.
Sebelumnya, kegiatan Rapat Koordinasi Pemkab Tangerang di hotel mewah luar daerah telah menuai sorotan dan viral di media sosial. Publik mempertanyakan urgensi pelaksanaan rapat di Bandung, bukan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Sorotan semakin tajam setelah terungkap adanya hiburan band papan atas dalam agenda tersebut. Sejumlah warganet menilai kegiatan itu sebagai bentuk pemborosan anggaran dan ironi kebijakan, di tengah narasi efisiensi dan penghematan belanja daerah yang kerap disampaikan pemerintah daerah.
Kini, hilangnya video konser Repvblik justru memantik kecurigaan baru. Publik mempertanyakan apakah penghapusan tersebut merupakan keputusan internal band semata atau ada upaya meredam polemik yang kian meluas. Transparansi anggaran dan akuntabilitas pejabat daerah pun kembali dipertanyakan.
(Sym)












