KITATANGERANG.ID | KABUPATEN TANGERANG — Di sebuah sudut Kampung Cipaeh Kijamal, Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, sebuah keluarga kecil tengah berjuang bangkit setelah musibah yang mengubah kehidupan mereka. Rumah milik Ibu Laelah yang dihuni bersama suami dan keempat anaknya roboh pada 8 Juli 2026, menyisakan puing-puing dan duka mendalam, Rabu (22/7/2026).
Di balik musibah tersebut, tersimpan rasa syukur yang besar. Saat rumah ambruk, Ibu Laelah yang sedang mengandung bersama keempat anaknya sedang berada di luar rumah. Berkat keadaan itu, seluruh anggota keluarga berhasil selamat tanpa mengalami korban jiwa.
Meski demikian, keselamatan tersebut menyisakan kenyataan pahit. Keluarga ini kehilangan satu-satunya tempat tinggal dan kini harus memulai kembali kehidupan dari nol di tengah keterbatasan ekonomi.
Suami Ibu Laelah bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Pendapatan tersebut harus mencukupi kebutuhan hidup keluarga, termasuk memenuhi kebutuhan empat anak mereka. Selain itu, anak pertama pasangan tersebut membutuhkan perhatian dan perawatan khusus, sehingga kondisi ekonomi keluarga semakin berat dan belum memungkinkan untuk membangun kembali rumah yang roboh.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI), Arul, menyampaikan keprihatinan sekaligus harapannya agar musibah yang dialami keluarga Ibu Laelah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Menurut Arul, setiap musibah yang menimpa masyarakat bukan hanya menjadi ujian bagi keluarga yang terdampak, tetapi juga menjadi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk menghadirkan kepedulian dan semangat gotong royong.
“Kami percaya Pemerintah Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Drs. Mochamad Maesyal Rasyid, M.Si., senantiasa memiliki komitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, kami berharap kondisi keluarga Ibu Laelah dapat menjadi salah satu perhatian pemerintah sesuai dengan kewenangan, program, dan ketentuan yang berlaku,” ujar Arul.
Arul menjelaskan, KJNI telah menerima informasi mengenai musibah tersebut dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil peninjauan, keluarga tersebut dinilai benar-benar membutuhkan perhatian agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni.
Sebagai bentuk kepedulian, KJNI juga telah menyampaikan surat kepada Bupati Tangerang yang berisi informasi mengenai musibah tersebut, sekaligus harapan agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat memberikan bantuan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Arul menegaskan, langkah yang dilakukan KJNI bukan untuk mendesak pemerintah, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Kami memahami bahwa pemerintah memiliki mekanisme dan skala prioritas dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Karena itu, harapan kami disampaikan dengan penuh penghormatan agar keluarga Ibu Laelah dapat menjadi bagian dari perhatian pemerintah. Kami percaya setiap kebijakan yang lahir dari kepedulian akan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian kehidupan,” katanya.
Lebih lanjut, Arul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat kepedulian sosial. Menurutnya, gotong royong merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga, terutama ketika ada warga yang sedang tertimpa musibah.
“Rumah memang dapat dibangun kembali, tetapi harapan juga harus dibangun bersama. Kami berharap keluarga Ibu Laelah tidak merasa sendiri menghadapi cobaan ini. Semoga Allah SWT membuka pintu-pintu pertolongan melalui orang-orang yang diberikan kemampuan untuk membantu, termasuk melalui perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kepedulian kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyatnya,” tutup Arul.
Musibah yang dialami keluarga Ibu Laelah menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa bencana terdapat keluarga yang tengah berjuang mempertahankan harapan. Diharapkan, kepedulian berbagai pihak dapat menjadi jalan bagi keluarga tersebut untuk kembali memiliki rumah yang aman, layak huni, serta menjadi tempat tumbuh dan berkembang bagi keempat anak mereka.
Sumber: Heri
Penerbit: Ramin












