KAB. TANGERANGKEPEDULIAN SOSIALPEMERINTAH

Nasib Lansia Sebatang Kara di Kronjo: Tinggal di Hunian Tak Layak, Perhatian Pemerintah Dipertanyakan

×

Nasib Lansia Sebatang Kara di Kronjo: Tinggal di Hunian Tak Layak, Perhatian Pemerintah Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Kondisi memprihatinkan dialami lansia di Kronjo yang tinggal di rumah tak layak huni, Sabtu (2/4/2026). (Foto: Media Dalam Berita)

KITATANGERANG.ID | KABUPATEN TANGERANG Seorang lanjut usia (lansia) bernama Siti, warga Kampung Daon RT 23/RW 05, Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, dilaporkan tinggal di rumah yang tidak layak huni. Hingga kini, kondisi tersebut disebut belum mendapatkan penanganan dari pemerintah setempat, Sabtu (2/5/2026).

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, rumah yang ditempati Ibu Siti dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan tampak rapuh dengan fasilitas yang sangat terbatas. Ibu Siti juga diketahui hidup seorang diri dengan kondisi ekonomi yang tergolong kurang mampu.

Memprihatinkan, seorang lansia di Kronjo terpaksa bertahan hidup di rumah yang tidak layak huni, Sabtu (2/4/2026).

Ibu Siti mengaku pernah didata sebagai calon penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, hingga saat ini, bantuan yang diharapkan belum juga terealisasi.

“Katanya sudah pernah didata, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” ujar Siti.

 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Siti mengandalkan bantuan dari warga sekitar. Ia mengaku kerap kesulitan untuk mencukupi kebutuhan dasar, termasuk makanan.

“Untuk makan saja kadang dibantu tetangga,” tuturnya dengan nada lirih.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Kemasyarakatan DPP Perkumpulan Trisula Bakti Nusantara, Kartusi, meminta pemerintah desa dan kecamatan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Ia juga mendorong adanya perbaikan dalam sistem pendataan warga kurang mampu agar program bantuan dapat tepat sasaran.

“Kami berharap pemerintah desa dan kecamatan segera turun langsung melihat kondisi di lapangan serta memastikan bantuan RTLH diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan,” kata Kartusi.

 

Ia juga mengimbau agar pihak kecamatan lebih proaktif dalam memantau kondisi masyarakat, khususnya warga yang berada dalam situasi rentan.

 

Pemerintah desa dan kecamatan hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.

 

Sumber: Vikinews.biz.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *